KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pentingnya Ketahanan
Nasional Bagi Bangsa Indonesia”. Makalah ini kami susun sebagai tugas mkuliah
Pendidikan kewarganegaraan.
Ketahanan
nasional diartikan sebagai kondisi dinamis suatu bangsa, berisi keuletan dan
ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam
mengahdapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan,
baik yang datang dai dalam maupun dari luar, yang langsung maupun tidak
langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan
negara serta perjuangan mengejar tujuannya.
Kami
menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan
dimasa datang. Demikian, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi semua
pihak. Amin.
Semarang, Maret 2013
Penyusun
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pada hakikatnya, tidak ada satupun
negara yang bebas dari gangguan yang dapat mengancam eksistensinya sebagai
bangsa dan negara yang merdeka. Ancaman tersebut dapat berasal dari luar maupun
dalam negeri. Ancaman dari luar bisa berbentuk penjajahan, masuknya ideologi
luar yang tidak sesuai degan ideologi bangsa dan ancaman lain yang dapat
meruntuhkan keutuhan negara. Ancaman dari dalam bisa berbentuk kerusuhan,
konflik antar daerah, adanya keinginan untuk memisahkan diri dan lain
sebagianya. Kedua jenis ancaman ini harus diantisipasi untuk menjaga keutuhan
negara. Termasuk Indonesia, yang kaya akan keanekaragaman budaya, adat, bahasa,
agama, ras dan suku bangsa yang berpeluang besar akan timbulnya konflik yang dapat
mengancam keutuhan NKRI.
Setiap bangsa mempunyai cita-cita
yang ingin dicapainya. Perjuangan untuk mencapai cita-cita tersebut mempunyai
fungsi sebagai penentu tujuan nasional. Dalam mencapai tujuan nasional, setiap
bangsa akan menghadapi berbagai macam tantangan. Untuk itu, setiap bangsa harus
memiliki ketahanan nasional.
Bangsa Indonesia telah dijajah oleh
bangsa lain selama lebih dari 350 tahun. Banyak yang telah bangsa ini korbankan
termasuk harta benda bahkan nyawa demi mendapatkan kembali hak yang telah dirampas
oleh penjajah. Disaat bangsa ini sudah merdeka, perjuangan tak berhenti begitu
saja. Justru ancaman yang datang semakin kuat baik ancaman dari luar, seperti
agresi militer belanda, maupun ancaman dari dalam negeri sendiri dimana
sekelompok orang ingin mengubah ideologi pancasila menjadi ideologi komunis,
yakni peristiwa G-30 S PKI.
Setiap warga negara wajib untuk
memahami konsep ketahanan nasional, karena “setiap warga negara berhak dan
wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara” (pasal 30 ayat 1
UUD 1945). Ketahanan nasional yang tangguh akan lebih mendorong pembangunan
nasional.
Berdasarkan uraian diatas, penulis
akan membahas makalah dengan judul “Pentingnya Ketahanan Nasional Bagi Bangsa
Indonesia”.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas,
masalah yang akan dibahas adalah:
1. Apa
yang dimaksud dengan ketahanan nasional dan konsepsi ketahanan nasional
Indonesia?
2. Pendekatan
apa saja yang digunakan dalam ketahanan nasional di Indonesia ?
3. Bagaimanakah
sifat ketahanan nasional Indonesia ?
C.
Tujuan
Tujuan dari pembahasan makalah ini
adalah :
1. Memahami
pengertian pertahanan nasional dan konsepsi dalam ketahanan nasional Indonesia
2. Mengetahui
pendekatan yang digunakan dalam pertahanan nasional Indonesia
3. Mengetahui
sifat ketahanan nasional Indonesia
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Ketahanan Nasional
Dalam bahasa Inggris, terdapat
istilah yang mempunyai kesamaan arti dengan ketahanan seperti “endurance”, “recilience”, “resistance”,dan “defensibility”. Namun yang paling
sering disamakan pengertiannya dengan ketahanan adalah “recilience”. Ketahanan nasional biasa diungkapkan dengan “national recilience”.
Ketahanan nasional diartikan
sebagai kondisi yang dinamis, berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi
segala tantangan, ancaman, hambatan dan ganguan, baik yang datang dari dalam
maupun dari luar, yang langsung maupun tidak langsung, membahayakan integritas,
identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar
tujuan nasionalnya.
Ketahanan nasional berpengaruh
terhadap eksistensi dan kelangsungan hidup bangsa. Upaya untuk mempertahankan
kelangsungan hidup bangsa, menyangkut dua dimensi pokok, yaitu dimensi
kesejahteraan (Prospority) yang
berkenaan dengan pemenuhan kehidupan yang layak, dan dimensi keamanan (Security) menyangkut pemberian rasa
aman kepada masyarakat.
Konsepsi ketahanan nasional
Indonesia merupakan pedoman atau sarana untuk meningkatkan keuletan dan
ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional,
dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan, dengan memperhatikan nilai-nilai yang
tergantung dalam Pancasila sebagai landasan idiil, UUD 1945 sebagai landasan
konstitusional, dan Wawasan Nusantara sebagai landasan konsepsual.
Ketahanan nasional merupakan ajaran
yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia dan merupakan cara
terbaik untuk membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan.
Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai doktrin dasar nasional yang perlu
dipahami unuk menjamin pola pikir, sikap, tindakan sebagai pola dasar
pembangunan nasional.
B.
Pendekatan
Dalam Pertahanan Nasional Indonesia
Paradigma berpikir ketahanan
nasional berisi pokok-pokok pikiran dengan menggunakan pendekatan sebagai
berikut :
1. Pendekatan
Asta Gatra, yaitu pendekatan yang melihat kehidupan nasional sebagai sebuah
sistem yang terdiri dari 8 aspek yang saling mempengaruhi satu sama lain. Asta
Gatra tersebut meliputi :
a. Aspek
alamiah (Tri-Gatra), bersifat stastis yang terdiri dari :
v Letak
gografis negara
Letak
goegrafis negara memberikan petunjuk mengenai tempatnya di atas bumi yang
dikaitkan dengan hal-hal disekitarnya. Indonesia berada pada posisi silang
dunia, antara dua benua (Asia dan australia) dan dua samudra (Pasifik dan
Hindia). Dengan posisinya yang demikian, Indonesia berada pada lalu lintas
perdagangan dunia dan berada pada pengaruh dua kawasan (Asia dan Australia)
yang dapat membawa perbedaan aspek yang cukup tajam. Disamping itu, aspek
geografis Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan dengan sekitar 17.508
pulau. Oleh karena banyaknya pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke,
menyebabkan Indonesia memiliki keberagaman budaya, adat istiadat, keindahan,
potensi kekayaan alam. Namun keanekaragaman tersebut dapat berpotensi munculnya
disintegrasi bangsa yang harus disikapi dengan bijaksana.
v Kekayaan
alam
Kekayaan
alam adalah segala sumber dan potensi alam yang terdapat di darat, laut, dan
udara yang berada di wilayah kekuasaan negara. Indonesia memiliki potensi
kekayaan alam yang sangat besar namun belum dapat dikelola dengan baik karena
kurangnya pengetahuan dan teknologi yang memadai, sehingga mengundang investor
asing untuk memanfaatkan sumber daya alam yang kita miliki. Indonesia menduduki
peringkat ke-6 terbesar untuk negara yang kaya akan sumberdaya tambang. Pada
tahun 2010, menurut Bank Dunia
sekitar 94.432.000 ha pada tahun 2010. Sekitar 31,065,846 ha di antaranya
adalah hutan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Indonesia memiliki 10% luas
hutan tropis yang masih tersisa.
v Keadaan
dan kemampuan penduduk
Penduduk adalah semua orang yang
bertampat tinggal di wilayah tertentu. Menurut sensus penduduk tahun 2010,
jumlah penduduk Indonesia hampir 240 juta jiwa. Jumlah penduduk yang besar
menjadi modal pembangunan nasional apabila penduduk tersebut berkualitas. Tanpa
memenuhi kualitas tersebut, jumlah penduduk yang besar justru akan menimbulkan
berbagai persoalan. Persoalan kependudukan Indonesia antara lain:
· Jumlah
penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi
· Persebaran
penduduk yang tidak merata yakni 60% penduduk berada di pulau Jawa, sedangkan
luas pulau Jawa hanya 7% dari luas wilayah Indonesia
· Kurangnya
lapangan pekerjaan mengakibatkan tingginya tigkat penganguran
· Kualitas
penduduk yang rendah baik tingkat pendidikan maupun ketrampilan
· Komposisi
penduduk yang didominasi usi muda
Persoalan
tersebut jika tidak ditangani secara tepat, maka akan menimbulkan masalah
sosial seperti pengangguran, kekurangan pangan, kejahatan sosial, yang pada
akhirya memicu perilaku menyimpang yang mengganggu perwujudan ketahanan
nasional.
b. Aspek
sosial (Panca-Gatra), bersifat dinamis yang terdiri dari :
v Ideologi
Ideologi merupakan gagasan dasar
mengenai wujud masyarakat yang dicita-citakan serta prinsip-prinsip untuk
mewujudkan masyarakat tersebut. Ideologi merupakan salah satu faktor pemersatu
bangsa, sebab dengan menganut faham yang sama, maka tumbuhlah rasa solidaritas
sehingga mengurangi perbedaan diantara mereka. Ideologi yang dianut bangsa
Indonesia adalah ideologi pancasila yang digali dari nilai agama dan kebudayaan
Indonesia. Dengan pancasila, bangsa Indonesia yang diwarnai keanekaragaman
dapat dipersatukan dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.
v Politik
Konsep politik meliputi konsep
kekuasaan, negara, pemerintah, kebijakan, dan alokasi nilai. Politik diartikan
sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan pembuatan dan pelaksanaan suatu
kebijakan. Kehidupan politik sebagai suatu mekanisme input-proses-output.
Sebagai input adalah aspirasi dan dukungan masyarakat. Fungsi input dijalankan
oleh infrastruktur politik, seperti partai politik, organisasi masyarakat,
media massa. Aspirasi dari masyarakat kemudian diolah sehingga menghsailkan
output daam bentuk kebijakan. Kebijakan tersebut kemudian dijalankan oleh
suprastruktur politik, yang terdiri dari lembaga legeslatif, eksekutif dan
yudikatif. Sebagai umpan balik, masyarakat yang akan menilai atas pelaksanaan
kebijakan tersebut. Sistem politik yang dianut oleh Indonesia menganut sistem
demokrasi. Infrastruktur politik sebagai penyalur aspirasi masyarakat terdiri
dari partai politik, LSM, dan organisasi kemasyarakatan. Sedangkan
suprastruktur politik terdiri dari lembaga-lembaga negara seperti MPR,
Presiden, DPR, DPD, BPK, MA, MK, KY yang menghasilkan kebjakan otoritatif,
yakni kebijakan yang harus dilaksanakan oleh seluruh warga negara.
Persoalan kehidupan politik di
Indonesia adalah :
·
kesadaran politik
masyarakat yang masih rendah.
·
Kurangnya partisipasi
masyarakat dalam kehidupan politik
·
kurangnya kesadaran untuk menaati peraturan
yang berlaku dan
·
kuatnya primodialisme.
Dalam sistem politik luar negeri,
Indonesia menganut prinsip politik bebas aktif, yakni bebas menentukan
kehidupan politik dalam negeri juga aktif berperan dalam politik internasional.
v Ekonomi
v Sosial
Budaya
Soaial dan budaya merupakan aspek
yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Sosial berhubungan dengan
masyarakat sedangkan budaya kebiasaan yang sudah diyakini oleh sekelompok masyarakat
tertentu. Struktur sosial masyarakat Indonesia ditandai adanya dua ciri. Secara
horisontal ditandai adanya kesatuan berdasarkan perbedaan suku, ras, agama,
adat dan perbedaan kedaerahan. Secara vertikal ditandai oleh
perbedaan-perbedaan vertikal antara lapisan atas dengan lapisan bawah.
Kebudayaan Indonesia sangat beragam karena adanya perbedaan tiap daerah dalam
hal bahasa, pakaian, kebiasaan, makanan dan sebagainya.
v Pertahanan
dan keamanan
Pertahanan merupakan uapaya yang
dilakukan negara untuk menghadapi tantangan yang datang dari luar. Sedangakan keamanan
merupakan upaya menghadapi tantangan yang datang dari dalam. Dalam usaha
pertahanan dan keamanan Indonesia, TNI dan Polri sebagai komponen utamanya,
sedangkan masyarakat sebagai komponen pendukungnya. Fungsi pertahanan menjadi
tanggung jawab TNI, dan fungsi keamanan menjadi tanggung jawab Polri.
2. Pendekatan
Kesejahteraan (Prosperity Approach) dan Pendekatan Keamanan (Security Approach)
Kesejahteraan dan keamanan
merupakan aspek terpenting untuk mewujudkan ketahanan nasional. Keduanya tidak dapat dipisahkan karena seseorang tidak tidak akan merasa
bahagia apabila merasa tidak aman walaupun kebutuhan hidupnya terpenuhi.
Sebaliknya, seseorang tidak cukup hanya dijamin keamanannya tanpa disertai
pemenuhan kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, keduanya harus dilaksanakan
secara seimbang.
C.
Sifat
Ketahanan Nasional Indonesia
Ketahanan nasional Indonesia
memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan
dan asas-asasnya, yaitu :
1.
Mandiri
Artinya ketahanan nasional bersifat
percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan prinsip tidak mudah
menyerah.
2.
Dinamis
Artinya bahwa ketahanan nasionla
tidaklah tetap, melainkan dapat meningkat ataupun menurun bergantung pada
situasi dan kondisi bangsa dan negara serta lingkungan strategisnya. Upaya
pningkatan ketahanan nasional harus berorientasi ke masa depan dan diarahkan
untuk mencapai kondisi nasional yang lebih baik.
3.
Wibawa
Keberhasilan pembinaan ketahanan
nasional akan meningkatkan nilai yang diperhitungkan oleh bangsa lain. Semakin
tinggi tingat ketahanan nasional, semakin tinggi nilai kewibawaan nasional.
4.
Konsultasi dan
Kerjasama
Hal ini dimaksudkan adanya sikap
saling menghargai dngan mengandalkan kekuatan mral dan kepribadina bangsa.
Dalam menghadapi permasalahan, tidak mengutamakan sikap konfrontatif yang hanya
mengandalkan fisik semata, melainkan lebih pada sikap konsultatif dan
kerjasama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar