Sabtu, 22 Juni 2013

MAKALAH KETAHANAN NASIONAL

http://ketahanan nasional


KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pentingnya Ketahanan Nasional Bagi Bangsa Indonesia”. Makalah ini kami susun sebagai tugas mkuliah Pendidikan kewarganegaraan.
Ketahanan nasional diartikan sebagai kondisi dinamis suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam mengahdapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan, baik yang datang dai dalam maupun dari luar, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuannya.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan dimasa datang. Demikian, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Amin.


Semarang, Maret 2013

Penyusun


 








PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Pada hakikatnya, tidak ada satupun negara yang bebas dari gangguan yang dapat mengancam eksistensinya sebagai bangsa dan negara yang merdeka. Ancaman tersebut dapat berasal dari luar maupun dalam negeri. Ancaman dari luar bisa berbentuk penjajahan, masuknya ideologi luar yang tidak sesuai degan ideologi bangsa dan ancaman lain yang dapat meruntuhkan keutuhan negara. Ancaman dari dalam bisa berbentuk kerusuhan, konflik antar daerah, adanya keinginan untuk memisahkan diri dan lain sebagianya. Kedua jenis ancaman ini harus diantisipasi untuk menjaga keutuhan negara. Termasuk Indonesia, yang kaya akan keanekaragaman budaya, adat, bahasa, agama, ras dan suku bangsa yang berpeluang besar akan timbulnya konflik yang dapat mengancam keutuhan NKRI.
Setiap bangsa mempunyai cita-cita yang ingin dicapainya. Perjuangan untuk mencapai cita-cita tersebut mempunyai fungsi sebagai penentu tujuan nasional. Dalam mencapai tujuan nasional, setiap bangsa akan menghadapi berbagai macam tantangan. Untuk itu, setiap bangsa harus memiliki ketahanan nasional.
Bangsa Indonesia telah dijajah oleh bangsa lain selama lebih dari 350 tahun. Banyak yang telah bangsa ini korbankan termasuk harta benda bahkan nyawa demi mendapatkan kembali hak yang telah dirampas oleh penjajah. Disaat bangsa ini sudah merdeka, perjuangan tak berhenti begitu saja. Justru ancaman yang datang semakin kuat baik ancaman dari luar, seperti agresi militer belanda, maupun ancaman dari dalam negeri sendiri dimana sekelompok orang ingin mengubah ideologi pancasila menjadi ideologi komunis, yakni peristiwa G-30 S PKI.
Setiap warga negara wajib untuk memahami konsep ketahanan nasional, karena “setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara” (pasal 30 ayat 1 UUD 1945). Ketahanan nasional yang tangguh akan lebih mendorong pembangunan nasional.
Berdasarkan uraian diatas, penulis akan membahas makalah dengan judul “Pentingnya Ketahanan Nasional Bagi Bangsa Indonesia”.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, masalah yang akan dibahas adalah:
1.    Apa yang dimaksud dengan ketahanan nasional dan konsepsi ketahanan nasional Indonesia?
2.    Pendekatan apa saja yang digunakan dalam ketahanan nasional di Indonesia ?
3.    Bagaimanakah sifat ketahanan nasional Indonesia ?

C.     Tujuan
Tujuan dari pembahasan makalah ini adalah :
1.    Memahami pengertian pertahanan nasional dan konsepsi dalam ketahanan nasional Indonesia
2.    Mengetahui pendekatan yang digunakan dalam pertahanan nasional Indonesia
3.    Mengetahui sifat ketahanan nasional Indonesia



















PEMBAHASAN

A.     Pengertian Ketahanan Nasional
Dalam bahasa Inggris, terdapat istilah yang mempunyai kesamaan arti dengan ketahanan seperti “endurance”, “recilience”, “resistance”,dan “defensibility”. Namun yang paling sering disamakan pengertiannya dengan ketahanan adalah “recilience”. Ketahanan nasional biasa diungkapkan dengan “national recilience”.
Ketahanan nasional diartikan sebagai kondisi yang dinamis, berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan ganguan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, yang langsung maupun tidak langsung, membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan nasionalnya.
Ketahanan nasional berpengaruh terhadap eksistensi dan kelangsungan hidup bangsa. Upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa, menyangkut dua dimensi pokok, yaitu dimensi kesejahteraan (Prospority) yang berkenaan dengan pemenuhan kehidupan yang layak, dan dimensi keamanan (Security) menyangkut pemberian rasa aman kepada masyarakat.
Konsepsi ketahanan nasional Indonesia merupakan pedoman atau sarana untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan, dengan memperhatikan nilai-nilai yang tergantung dalam Pancasila sebagai landasan idiil, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional, dan Wawasan Nusantara sebagai landasan konsepsual.
Ketahanan nasional merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia dan merupakan cara terbaik untuk membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai doktrin dasar nasional yang perlu dipahami unuk menjamin pola pikir, sikap, tindakan sebagai pola dasar pembangunan nasional.

B.     Pendekatan Dalam Pertahanan Nasional Indonesia
Paradigma berpikir ketahanan nasional berisi pokok-pokok pikiran dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut :
1.    Pendekatan Asta Gatra, yaitu pendekatan yang melihat kehidupan nasional sebagai sebuah sistem yang terdiri dari 8 aspek yang saling mempengaruhi satu sama lain. Asta Gatra tersebut meliputi :
a.    Aspek alamiah (Tri-Gatra), bersifat stastis yang terdiri dari :
v  Letak gografis negara
Letak goegrafis negara memberikan petunjuk mengenai tempatnya di atas bumi yang dikaitkan dengan hal-hal disekitarnya. Indonesia berada pada posisi silang dunia, antara dua benua (Asia dan australia) dan dua samudra (Pasifik dan Hindia). Dengan posisinya yang demikian, Indonesia berada pada lalu lintas perdagangan dunia dan berada pada pengaruh dua kawasan (Asia dan Australia) yang dapat membawa perbedaan aspek yang cukup tajam. Disamping itu, aspek geografis Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan dengan sekitar 17.508 pulau. Oleh karena banyaknya pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke, menyebabkan Indonesia memiliki keberagaman budaya, adat istiadat, keindahan, potensi kekayaan alam. Namun keanekaragaman tersebut dapat berpotensi munculnya disintegrasi bangsa yang harus disikapi dengan bijaksana.
v  Kekayaan alam
Kekayaan alam adalah segala sumber dan potensi alam yang terdapat di darat, laut, dan udara yang berada di wilayah kekuasaan negara. Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang sangat besar namun belum dapat dikelola dengan baik karena kurangnya pengetahuan dan teknologi yang memadai, sehingga mengundang investor asing untuk memanfaatkan sumber daya alam yang kita miliki. Indonesia menduduki peringkat ke-6 terbesar untuk negara yang kaya akan sumberdaya tambang. Pada tahun 2010, menurut Bank Dunia sekitar 94.432.000 ha pada tahun 2010. Sekitar 31,065,846 ha di antaranya adalah hutan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Indonesia memiliki 10% luas hutan tropis yang masih tersisa.
v Keadaan dan kemampuan penduduk
Penduduk adalah semua orang yang bertampat tinggal di wilayah tertentu. Menurut sensus penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia hampir 240 juta jiwa. Jumlah penduduk yang besar menjadi modal pembangunan nasional apabila penduduk tersebut berkualitas. Tanpa memenuhi kualitas tersebut, jumlah penduduk yang besar justru akan menimbulkan berbagai persoalan. Persoalan kependudukan Indonesia antara lain:
·      Jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi
·      Persebaran penduduk yang tidak merata yakni 60% penduduk berada di pulau Jawa, sedangkan luas pulau Jawa hanya 7% dari luas wilayah Indonesia
·      Kurangnya lapangan pekerjaan mengakibatkan tingginya tigkat penganguran
·      Kualitas penduduk yang rendah baik tingkat pendidikan maupun ketrampilan
·      Komposisi penduduk yang didominasi usi muda
Persoalan tersebut jika tidak ditangani secara tepat, maka akan menimbulkan masalah sosial seperti pengangguran, kekurangan pangan, kejahatan sosial, yang pada akhirya memicu perilaku menyimpang yang mengganggu perwujudan ketahanan nasional.

b.    Aspek sosial (Panca-Gatra), bersifat dinamis yang terdiri dari :
v  Ideologi
Ideologi merupakan gagasan dasar mengenai wujud masyarakat yang dicita-citakan serta prinsip-prinsip untuk mewujudkan masyarakat tersebut. Ideologi merupakan salah satu faktor pemersatu bangsa, sebab dengan menganut faham yang sama, maka tumbuhlah rasa solidaritas sehingga mengurangi perbedaan diantara mereka. Ideologi yang dianut bangsa Indonesia adalah ideologi pancasila yang digali dari nilai agama dan kebudayaan Indonesia. Dengan pancasila, bangsa Indonesia yang diwarnai keanekaragaman dapat dipersatukan dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.
v  Politik
Konsep politik meliputi konsep kekuasaan, negara, pemerintah, kebijakan, dan alokasi nilai. Politik diartikan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan pembuatan dan pelaksanaan suatu kebijakan. Kehidupan politik sebagai suatu mekanisme input-proses-output. Sebagai input adalah aspirasi dan dukungan masyarakat. Fungsi input dijalankan oleh infrastruktur politik, seperti partai politik, organisasi masyarakat, media massa. Aspirasi dari masyarakat kemudian diolah sehingga menghsailkan output daam bentuk kebijakan. Kebijakan tersebut kemudian dijalankan oleh suprastruktur politik, yang terdiri dari lembaga legeslatif, eksekutif dan yudikatif. Sebagai umpan balik, masyarakat yang akan menilai atas pelaksanaan kebijakan tersebut. Sistem politik yang dianut oleh Indonesia menganut sistem demokrasi. Infrastruktur politik sebagai penyalur aspirasi masyarakat terdiri dari partai politik, LSM, dan organisasi kemasyarakatan. Sedangkan suprastruktur politik terdiri dari lembaga-lembaga negara seperti MPR, Presiden, DPR, DPD, BPK, MA, MK, KY yang menghasilkan kebjakan otoritatif, yakni kebijakan yang harus dilaksanakan oleh seluruh warga negara.
Persoalan kehidupan politik di Indonesia adalah :
·         kesadaran politik masyarakat yang masih rendah.
·         Kurangnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik
·          kurangnya kesadaran untuk menaati peraturan yang berlaku dan
·          kuatnya primodialisme.
Dalam sistem politik luar negeri, Indonesia menganut prinsip politik bebas aktif, yakni bebas menentukan kehidupan politik dalam negeri juga aktif berperan dalam politik internasional.
v  Ekonomi

v  Sosial Budaya
Soaial dan budaya merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Sosial berhubungan dengan masyarakat sedangkan budaya kebiasaan yang sudah diyakini oleh sekelompok masyarakat tertentu. Struktur sosial masyarakat Indonesia ditandai adanya dua ciri. Secara horisontal ditandai adanya kesatuan berdasarkan perbedaan suku, ras, agama, adat dan perbedaan kedaerahan. Secara vertikal ditandai oleh perbedaan-perbedaan vertikal antara lapisan atas dengan lapisan bawah. Kebudayaan Indonesia sangat beragam karena adanya perbedaan tiap daerah dalam hal bahasa, pakaian, kebiasaan, makanan dan sebagainya.
v  Pertahanan dan keamanan
Pertahanan merupakan uapaya yang dilakukan negara untuk menghadapi tantangan yang datang dari luar. Sedangakan keamanan merupakan upaya menghadapi tantangan yang datang dari dalam. Dalam usaha pertahanan dan keamanan Indonesia, TNI dan Polri sebagai komponen utamanya, sedangkan masyarakat sebagai komponen pendukungnya. Fungsi pertahanan menjadi tanggung jawab TNI, dan fungsi keamanan menjadi tanggung jawab Polri.

2.    Pendekatan Kesejahteraan (Prosperity Approach) dan Pendekatan Keamanan (Security Approach)
Kesejahteraan dan keamanan merupakan aspek terpenting untuk mewujudkan ketahanan nasional.  Keduanya tidak dapat dipisahkan  karena seseorang tidak tidak akan merasa bahagia apabila merasa tidak aman walaupun kebutuhan hidupnya terpenuhi. Sebaliknya, seseorang tidak cukup hanya dijamin keamanannya tanpa disertai pemenuhan kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, keduanya harus dilaksanakan secara seimbang.

C.      Sifat Ketahanan Nasional Indonesia
Ketahanan nasional Indonesia memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya, yaitu :
1.      Mandiri
Artinya ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan prinsip tidak mudah menyerah.
2.      Dinamis
Artinya bahwa ketahanan nasionla tidaklah tetap, melainkan dapat meningkat ataupun menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta lingkungan strategisnya. Upaya pningkatan ketahanan nasional harus berorientasi ke masa depan dan diarahkan untuk mencapai kondisi nasional yang lebih baik.
3.      Wibawa
Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional akan meningkatkan nilai yang diperhitungkan oleh bangsa lain. Semakin tinggi tingat ketahanan nasional, semakin tinggi nilai kewibawaan nasional.
4.      Konsultasi dan Kerjasama
Hal ini dimaksudkan adanya sikap saling menghargai dngan mengandalkan kekuatan mral dan kepribadina bangsa. Dalam menghadapi permasalahan, tidak mengutamakan sikap konfrontatif yang hanya mengandalkan fisik semata, melainkan lebih pada sikap konsultatif dan kerjasama.







 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar